Idealnya Begitu
Kata Pemilu berasal dari Pilu. Yang bisa diartikan dengan kesediahan atau kekecewaan. Sedangkan PEMILU berarti pembuat Pilu. Maksudnya apapun yang dihasilkan dari Pemilu pasti membuat pilu. Pemilu itu bagi yang kalah. Yang menang bukan Pemilu tapi Pemenang.
Pemilu Caleg yang baru saja digelar masih meninggalkan banyak persoalan. Yang paling unik adalah Caleg yang gagal dan masuk Rumah Sakit Jiwa. Dan itu dilakukan secara kolektif. Mereka mengalami depresi berat akibat kekalahannya dalam ajang memperebutkan kursi dewan. Sungguh memilukan…….
Ada juga Caleg yang gagal tapi tidak mengalami gangguan jiwa, melainkan langsung bunuh diri. Kira-kira Motif apa yang menjadikan mereka menjadi tidak waras dan bunuh diri. Apa cita-citanya setelah jadi Caleg nanti akan mengembalikan modal dan jika perlu mengumpulkan modal untuk maju sebagai Capres Pemilu mendatang.
Tidak perlu seperti itu. Jika ingin bangsa ini menjadi makmur, tidak perlu menjadi Caleg. Biar mereka yang sarjana Politik saja yang masuk dunia Politik. Yang penjual koran ya berjualan yang baik. Beginilah asal mula kebobrokan bangsa ini. Yang tidak bakat tetapi dibakat-bakatkan. Misalkan saja seorang yang tidak ahlui tirakat tapi ia mendeklarasikan dirinya sebagai Kiayi. Ya dia memang menjadi Kiayi tapi pada waktu tidak punya uang dan tidak ada makanan dia tidak kuat untuk puasa. Akhirnya bedug di masji di jual.
Begitulah sekilas perumpamaan di Indonesia. B J Habibie yang memang digariskan sebagai seorang yang ahli teknologi yang High tech tidak perlu masuk dunia Politik. Apalagi jadi presiden segala. Keinginanya untuk menata negara pun bisa di transformasikan melalui teknologi. Dengan berbagai temuannya yang mutakhir secara tidak langsung dapat meningkatkan martabat negara di mata dunia. Dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan hal-hal yang bermanfaat lainnya.
Begitu juga banyak masyarakat yang tidak menjalankan kemampuannya dengan baik. Justru mereka ingin maju tetapi sebenarnya dia tidak bisa. Memang mengenal diri sendiri itu dapat menjadi sebuah patokan untuk bertindak. Seandainya para kuli Becak yang maju menjadi Caleg mau melihat dirinya sebelum maju sebagai kandidat, ia akan menemukan kelemahan untuk menjadi wakil rakyat. Tapi ia akan melihat kelebihan dirinya yang bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.
Jika permasalahan kecil silahkan saja. Namun ini adalah permasalahan negara yang memang membutuhkan seorang yang benar-benar bisa. Bukan lagi asal coba-coba. Rasa kaget yang begitu besar inilah yang membuat para Caleg Depresi sehingga jiwanya tidak kuat. Akhirnya ya terjadi prilaku yang dibawah sadar.
Tentunya seorang Psikolog dan Paranormal mendapatkan angin segar. Karena mereka mempunyai pekerjaan baru.
politik »
politik
April 18, 2009 by dalhar ahmad
Advertisement